Home » Uncategorized » Hukum Agraria

Hukum Agraria

Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar
PP No. 11 Tahun 2010 Dan  Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 04 Tahun 2010

Tanah yang diindikasikan sebagai tanah terlantar adalah tanah yang diduga tidak diusahakan, tidak dipergunakan dan tidak dimanfaatkan sesuai dengan keadaan atau sifat dan tujuan pemberian hak atau dasar penguasaannya yang belum dilakukan identifikasi dan penelitian.

Sedangkan tanah terlantar adalah tanah yang sudah diberikan oleh negara berupa hak milik, hak guna usaha, hak bangunan, atau hak penguasaan atas tanah yang tidak diusahakan, tidak dipergunakan, tidak dimanfaatkan sesuai dengan keadaan sifat dan tujuan pemberian hak atau dasar penguasaannya.

Penertiban tanah terlantar adalah suatu proses penataan kembali tanah terlantar agar dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan masyarakat dan negara.

Penetapan tanah terlantar adalah keputusan yang ditetapkan oleh kepala kantor wilayah terhadap tanah yang terindikasi terlantar menjadi tanah terlantar.

Proses Penertiban Tanah Terlantar harus melalui 4 tahap :

  1. Diinventarisir
  2. Diidentifikasi dan diteliti
  3. Peringatan
  4. Penetapan

Inventarisasi

Yang melaksanakan inventarisir adalah kepala kantor wilayah. Info mengenai tanah tanah terlantar bisa dari siapa saja masyarkat, bisa dari dinas instansi, dari dinas pertanahan. Obyek inventaris, obyek itu adalah hak milik, hgu, hgu, hak pakai dan tanah yang memperoleh hak penguasaan dari pejabat tanah. Langkah untuk inventarisir :

  1. Mengumpulkan data mengenai tanah yang terindikasi terlantar :

–          Data tekstual (nama, alamat, nomor, tanggal keputusan pemberian hak, letaknya, luasnya, dll)

–          Data spasial (petanya harus dilengkapi koordinatnya)

  1. Dikelompokan

Indentifikasi

Setelah pengumpulan data, lalu diidentifikasi dan diteliti. Langkah-langkah dalam mengidentifikasi :

  1. Pembuktian
  2. Mengecek ke lapangan
  3. Pemegang hak diminta keterangan
  4. Menganalisis (kenapa tanah itu tidak dimanfaatkan, apakah penggunaan tanahnya sudah sesuai atau tidak)

Setelah selesai identifikasi terhadap tanah-tanah yang diduga terlantar baru diadakan upaya penertiban. Untuk penertiban ini kantor pertanahan membentuk panitia, yang disebut Panitia C. Susunan dari pantia C ini terdiri dari Ketua (kepala kantor), Sekertaris (dari kantor wilayah), Anggota (PPN dan melibatkan dinas instansi terkait DPN dan Pemda tata ruang, PU, Peratnian dan Perkebunan, Pembangunan). Panitia ini akan melakukan verifikasi tanah terlantar. Kalau di antara panitia ini ada yang menolak dalam berita acara harus mengemukakan secara tertulis apa alasannya dalam berita acara. Panitia C ini bertanggung jawab secara Yuridis dan Administratif.

Peringatan

Jika ada tanah terlantar yang telah diduga terlantar oleh Panitia C, maka akan diberikan peringatan terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Jika sebanyak 3 kali tidak juga ada perubahan perbaikan maka akan ditetapkan sebagai tanah terlantar. Jika sudah demikian tanah tersebut diambil oleh negara yang digunakan sebagai di bawah ini:

  1. Reorma agraria -> Landreform (penataan dan penguasaan hak tanah) dalam arti sempit biasanya dikenal sebagai Redistribusi Tanah (pembagian tanah kepada masyarakat miskin)
  2. Program strategis negara (pengembangan sektor pangan, energi dsb)
  3. Cadangan negara lainnya (sebagai relokasi bencana alam) cq BPN.

Note : Ijin lokasi untuk HGB ke Bupati jika di wilayah kabupaten. Jika Bupati sudah memberi rekomendasi ijin, maka akan keluar ijin lokasi.

Pemegang hak ini memiliki hak prioritas.

Agar penegakan hukum bisa berjalan:

  1. Perangkat hukumnya
  2. Sarananya
  3. Aparatnya
  4. Kesadaran masyarkatnya (budaya sadar hukumnya tinggi) -> budaya masyarakat tumbuh dengan baik sangat dipengaruhi oleh pendidikan.

Penetapan

Jika suatu tanah ditetapkan sebagai tanah terlantar oleh Kepala Kantor Wilayah Pertanahan Nasional maka tanah tersebut dijadikan sebagai status quo, artinya selama dalam status tersebut tidak bisa dilakukan perbuatan apapun, harus dibaiarkan untuk sementara waktu.

Selasa, 19 Maret 2013, Pukul 17.00 WIB
Ibu Pursita, Dosen STH-Pasundan Sukabumi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: